Anak Banyak Bertanya = Anak yang Cerdas?
19Mei 2017

 

“Ma, kenapa sih Papa punya kumis?”

“Pa, kok burung bisa terbang ya?”

“Kenapa kalau malam gelap ya, Ma?”

… Dan segudang pertanyaan lain yang sering ditanyakan oleh si kecil. Nah, kadang kala jika orangtua tidak sabar, jawaban yang dilontarkan seringkali kurang memuaskan anak. Apalagi jika orangtua harus buru-buru berangkat kerja, atau lelah ingin segera beristirahat sehingga segala pertanyaan anak jadi seadanya saja diberikan.

Padahal jika ditelisik, anak yang suka bertanya merupakan salah satu tanda ia sedang mengeksplorasi lingkungannya. Terutama ketika ia berada pada tahapan usia 2 hingga 4 tahun.

Di masa ini anak sedang membentuk pemahaman kognitif atau berpikir dan mengaitkan antara satu kejadian dengan kejadian lainnya. Ia sedang belajar mengenal dunia, sehingga akan banyak sekali pertanyaan yang ada di pikirannya.

Anak juga tidak paham kapan harus bertanya dan tidak, karena perilakunya yang masih spontan dan apa adanya. Jangan heran ya Moms kalau ia sepertinya tidak berhenti bertanya. Menurut penelitian di Inggris pada tahun 2013, seorang anak mampu mengajukan 300 pertanyaan setiap hari dan anak perempuan jauh lebih banyak bertanya dibandingkan anak lelaki.

Nah, supaya Moms tidak pusing tujuh keliling dalam menyikapi si kecil yang suka sekali bertanya, berikut kami berikan tips sederhananya :

  1. Pahami bahwa di fasenya ini anak sedang dalam tahap mengeksplorasi. Jangan menganggap bahwa ia bertanya karena ingin mengganggu orangtuanya. Sebaliknya ini menunjukkan sikap kritisnya dan kehausannya akan pengetahuan tentang lingkungannya. Artinya ia mulai menyadari bahwa dirinya adalah invidu yang terpisah dari dunianya.
  1. Beri jawaban yang masuk akal dengan kata sederhana yang ia dapat pahami. Bila dibutuhkan, orangtua bisa menggunakan media peraga baik berupa buku, media elektronika atau mainan tertentu. Jika kita sebagai orangtua memberikan jawaban yang salah, maka akan mempengaruhi pemahaman anak tentang lingkungan sekitarnya.
  1. Sadari pula bahwa sebagai orangtua, Moms juga tidak mungkin bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan. Bersikap terbuka saja, jika Moms tidak tau jawabannya. Namun, jangan berputus asa karena nanti gaya pemecahan masalah Moms juga akan ditiru anak. Untuk membantunya, Moms bisa membacakan buku, mengajaknya ke perpustakaan atau museum, hingga riset kecil-kecilan dengan melakukan kegiatan ilmiah sendiri di rumah. Hal ini sangat menyenangkan loh untuk anak.
  1. Konsisten dalam memberikan jawaban ya, Moms. Konsistensi ini penting sekali untuk proses pembelajaran anak. Bila orangtua berubah-ubah dalam memberikan jawaban, anak pun nanti akan bingung, sehingga akan berpengaruh pada kemampuan mentalnya.
  1. Bersikap sabar. Nah, ini adalah sikap yang paling penting dan mendasar dalam mengasuh anak yang kritis. Jika orangtua terlalu banyak mengeluh saat anak selalu bertanya, maka anak akan tumbuh sebagai pribadi yang kurang percaya diri karena orangtua telah menghambat keingintahuannya. Tentu secara tidak langsung, kreativitas dan pengetahuan umumnya berkurang. Jika orangtua sedang lelah atau terburu-buru, berterus terang saja dengan mengatakan, “Kak, Mama sedang terburu-buru ke kantor, ya. Nanti sore kita cari tahu bersama, lewat buku yang kita beli kemarin.” Hal ini juga mengajarkan pada anak untuk menunda keinginannya dan mencoba untuk tumbuh alami menjadi anak yang sabar.

Nah, bagaimana, Moms? Jangan pusing ya memiliki anak yang kritis dan senang bertanya, karena kami telah memberikan solusinya. Jika Moms membutuhkan jawaban dari pertanyaan kritis si kecil, Ultra Mimi kini dapat membantu Moms loh melalui halaman wiKIDSpedia. Submit pertanyaan si kecil di www.ultamimi.com/wikidspedia dan dapatkan jawabannya langsung dari Ultra Mimi. Cek juga daftar pertanyaan anak yang populer melalui wiKIDSpedia dan jangan lupa share ke media sosial Moms.

Tetap semangat mengasuh ya, Moms!

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar