Apakah Tinggi Badan Anak Anda Normal?
30 Januari 2017

 

Berapa tinggi badan anak yang normal berdasarkan usianya? Berikut pembahasannya.

Ketika melihat anak disejajarkan dengan teman sebayanya, ada yang terlihat lebih pendek, lebih tinggi atau sama tinggi. Sebenarnya, berapa tinggi badan anak yang tergolong normal?

Tinggi setiap anak dipengaruhi oleh berbagai kondisi. Misalnya genetik, nutrisi, hormon, lingkungan, dan kesehatan anak secara umum. Karenanya Moms tidak bisa memastikan normal atau tidaknya tinggi anak hanya dengan membandingkan dengan anak lain seusianya.

Berikut kisaran tinggi badan anak berdasarkan usianya:

  • Usia 1 tahun: Tinggi badan sekitar 76 cm untuk laki- laki dan 74 cm untuk perempuan
  • Usia 2 tahun: Tinggi badan sekitar  88 cm untuk laki- laki dan 86 cm untuk perempuan.
  • Usia 2- 3 tahun: Bertambah tinggi 9 cm per tahun. Saat usia 4 tahun, sebagian besar anak tingginya dua kali lipat dibandingkan saat baru lahir.
  • Usia 4-pubertas: Bertambah tinggi 5 cm per tahun. Pubertas menyebabkan kecepatan pertumbuhan setiap anak berbeda.

Sejak anak lahir pertumbuhannya dicatatkan dokter atau tenaga kesehatan dalam kurva pertumbuhan. Berdasarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejak lahir hingga usia 5 tahun, kurva pertumbuhan yang digunakan di Indonesia adalah kurva WHO (World Health Organization). Untuk usia diatas 5 tahun, yang digunakan adalah kurva CDC (Center of Disease Control and Prevention).

Kurva pertumbuhan tersebut digunakan untuk mengetahui berat badan, tinggi/ panjang badan, dan lingkar kepala anak. Informasi ini tercantum dalam buku kontrol yang diberikan dari pusat kesehatan agar orangtua dapat memantau tumbuh kembang anak di setiap tahapan usianya.

Berikut ini contoh kurva pertumbuhan anak, yaitu kurva tinggi badan anak laki- laki sejak usia 0 bulan (baru lahir) hingga 2 tahun.

Garis mendatar bawah menunjukkan tahapan usia (age), sedangkan garis tegak kiri-kanan menunjukkan rentang tinggi badan anak (length).

Garis lengkung hijau menandakan ideal tinggi badan anak. Rentang antara garis hijau hingga kuning menandakan rentang tinggi badan normal. Di atas atau di bawah garis merah menandakan tinggi badan anak memerlukan perhatian khusus atau kemungkinan membutuhkan intervensi medis.

Garis biru adalah contoh pencatatan anak laki- laki usia 15 bulan dan memiliki tinggi badan 81 cm. Pertemuan antara kedua garis tersebut berada di atas garis hijau. Hal ini berarti tinggi badannya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan anak- anak lain seusianya & masih berada pada kisaran tinggi normal.

Garis ungu adalah anak laki- laki usia 18 bulan dengan tinggi badan 74 cm. Pertemuan kedua garis ungu berada di bawah garis lengkung kuning terbawah. Artinya anak ini dikategorikan perawakan sangat pendek atau kerdil. Terdapat kemungkinan tergolong kurang gizi.

Selama tinggi anak berada di dalam rentang normal kurva penambahan tinggi badan, maka Moms tak perlu khawatir. Jika tidak, segera konsultasikan ke dokter.

Bagi Moms yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai topik ini, silakan ajukan pertanyaan ke klikdokter.com.

Sumber

  1. http://www.kidspot.com.au/familyhealth/Development-Babys-first-year-Height-and-growth-Whats-normal-and-whats-not+3300+212+article.htm

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar