Cara Mengatasi Rasa Takut Pada Anak
03 Desember 2015


 

Sudah membaca artikel sebelumnya, Moms? Nah, jika si kecil masih memiliki rasa takut terhadap hal-hal sepele seperti suara petir, kegelapan, binatang dan lain sebagainya, Moms dapat mencoba untuk mengatasi rasa ketakutannya seperti berikut ini.

1. Beri penjelasan

Orangtua perlu memberikan penjelasan mengenai rasa takut yang dialaminya. Informasikan pada anak bahwa ketakutan yang ia alami adalah hal yang wajar. Semua orang tentu mengalami rasa takut seperti juga orangtuanya, sehingga Moms bisa memberikan penguatan,
“Kak, ibu tahu kakak takut. Tidak apa-apa kak, ibu juga pernah punya rasa takut. Tapi pasti kakak bisa atasi ketakutan kakak, ibu bantu, ya.”

2.  Pahami bahwa anak butuh waktu

Anak membutuhkan waktu untuk bisa mengatasi rasa takutnya, sehingga hindari sikap yang memaksa anak untuk cepat menyesuaikan diri dengan situasi yang ia rasa menakutkan. Bersikaplah sabar dan tenang dalam menyikapinya. Dengan melihat orangtua tenang, maka anak juga bisa merasa bahwa hal yang ia takutkan tersebut tidak perlu dikhawatirkan.

3. Bijaksana menghadapi rasa takut anak

Orangtua perlu bersikap bijaksana dengan rasa cemas yang dialami anak. Hindari memberikan label, seperti, “Kok gitu saja takut sih, kak?” Hindari meremehkan ketakutan anak karena akan berdampak negatif pada keadaan psikologisnya. Rasa takut yang dialaminya merupakan ancaman sehingga membutuhkan cara untuk mengatasinya. Orangtua harus pandai menempatkan diri dan menyelami perasaan anak. Hadapi ketakutannya bersama, sehingga anak merasa tidak sendirian.

4. Kenalkan dan hadapkan anak pada berbagai situasi

Salah satu sumber ketakutan yang dialami oleh anak-anak adalah ketakutan berpisah dengan orang tuanya, sehingga bagi orangtua yang akan meninggalkan anak, sebaiknya berikan penjelasan sederhana pada anak. Hal ini untuk memberikan ruang kenyamanan ketika anak melakukan aktivitas yang melibatkan orang lain. Sertakan beberapa kata yang menjelaskan bahwa orangtua akan kembali untuk bersamanya. Bila ada kaitannya dengan sekolah, maka orangtua harus mendekatkan anak dengan guru secara perlahan. Ceritakan hal-hal menyenangkan yang bisa dilakukan bersama dengan guru dan teman di sekolah.

5. Hindari menceritakan ketakutan anak pada orang lain

Hindari membicarakan rasa takut si kecil pada orang lain di depan mereka, apa lagi jika disertai dengan nada mencemooh. Si prasekolah sudah bisa merasakan malu atau marah karena menjadi bahan cerita untuk situasi yang kurang menyenangkan, sehingga akan mempengaruhi kepercayaan dirinya.  Menjaga sikap untuk tidak mengomentari perilaku anak perlu dilakukan orangtua, demi kenyamanan psikologis mereka.

Yuk bagikan informasi ini kepada Moms lainnya. Selamat mengasuh, Moms!

 

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar