Kegiatan untuk mengasah keterampilan hidup [bagian 2]
23 Februari 2017

 

Kegiatan untuk mengasah keterampilan hidup [bagian 2]

Pada dasarnya jika seorang anak memiliki kecakapan hidup, menghadapi persoalan sesulit apapun akan bisa diatasi anak. Ia tidak akan mudah menyerah karena terampil mengolah, memilih dan memilah persoalan sehingga efektif menyelesaikan persoalan.

Ada banyak sekali kegiatan untuk menstimulasi anak agar kecakapannya berkembang optimal. Semuanya dapat dilatih orangtua sejak anak usia dini, di rumah dan dibantu pula oleh sekolah. Apa saja kegiatannya?

  1. Kecakapan pribadi

Berikan kesempatan dan latihan berupa:

  • Mengenalkan kegiatan keagamaan misalnya berdoa, bersyukur, memberi salam, perayaan keagamaan, toleransi dengan mereka yang berbeda agama.
  • Mendorong anak mengenal potensi dirinya; misalnya melatih toilet training, belajar menolong diri sendiri dalam berpakaian, makan, merawat diri menjaga kebersihan dirinya. melatihnya tidur sendiri dan juga bertanggung jawab membereskan mainannya.
  • Mengenalkan pekerjaan domestik seperti menyapu, melipat pakaian, mengikat tali sepatu, merawat tanaman atau binatang.
  • Mengenalkan anak dengan beragam emosi dasar seperti marah, sedih, senang, bahagia, khawatir, takut dan lain sebagainya. Manfaatnya adalah menguatkan rasa, sehingga ia tidak hanya mengenal emosinya saja tetapi juga berempati dengan kondisi emosi orang lain.
  1. Kecakapan Sosial

Orangtua dapat melatih kemampuan ini dengan cara:

  • Bercerita atau mendongeng, mendengarkan orang lain, menuangkan pikiran atau gagasan melalui gambar atau tulisan.
  • Kenalkan konsep bekerjasama melalui role playing, misalnya melakukan olahraga beregu, bergotong royong di rumah dengan saling membantu antara anggota keluarga.
  • Memberikan dukungan pada anggota keluarga yang bersedih sebagai contoh.
  1. Kecakapan akademik

Kemampuan akademik adalah tolak ukur kemampuan berpikir anak, untuk mengembangkannya berilah stimulasi seperti:

  • Memberikan anak kegiatan kompleks, misalnya mengajaknya bermain masak-masakan atau dokter dokteran.
  • Mengenalkan ragam warna, bentuk, angka dan huruf .
  • Menggambar, melukis, mencoret-coret dengan berbagai media.
  • Mengenalkannya kegiatan membaca buku.
  • Bermain dengan main edukasi seperti puzzle, lego, game board, bernyanyi, menari.
  • Bermain tebak-tebakan atau juga tanya jawab sederhana yang bisa dilakukan dalam perjalanan ke sekolah atau malam hari sebelum tidur.
  1. Kecakapan vokasional

Contoh kegiatannya:

  • Kegiatan melatih koordinasi mata-tangan mata-kaki seperti menggambar, menulis, melempar, meniti papan bergoyang, menangkap bola.
  • Kegiatan melatih keterampilan lokomotor, antara lain melalui berjalan, berbaris, lari, melompat, merayap.
  • Kegiatan keterampilan non-lokomotor, misalnya melalui berbagai gerakan tubuh dan senam.
  • Mengenalkan anak dengan beragam profesi melalui buku, video atau bermain peran seperti pilot, tentara, dokter, guru, arsitek atau profesi lain yang telah berkembang di era abad 21 saat ini.
  • Ajak anak mengamati profesi orang dewasa, misalnya mengunjungi rumah sakit & melihat aktivitas dokter atau berkunjung ke pusat pendidikan pilot.

Agar keterampilan anak optimal, peran serta orangtua di rumah sebagai role model utama dan teman bermain anak sangat dibutuhkan. Luangkan waktu untuk mengajarkan anak setiap harinya di rumah dan selalu berikan dukungan pada setiap proses latihan yang dikerjakan anak ya Moms. Selamat mengasuh!

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar