Yuk Kenali Karakteristik Emosi Si Kecil!
10 Juli 2015

 

Orangtua kerap merasa bingung mengatasi emosi anak, apalagi yang sifatnya destruktif, baik pada dirinya sendiri ataupun orang lain. Sebagai pengasuh utama, orangtua perlu memahami bawa usia balita merupakan tahap awal bagi terbentuknya kepribadian yang stabil. Untuk itu, orangtua diharapkan memberikan perhatian yang khusus pada perkembangan emosi anak. Adanya masalah pada emosi anak umumnya akan menghambat aspek kehidupannya yang lain.

Karakteristik Emosi Anak

Menurut teori kecerdasan emosi Daniel Goleman, emosi adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Pada balita, ketika ia mengalami emosi sedih maka reaksinya akan ditunjukkan dengan perilaku menangis. Atau ketika ia mengalami emosi marah, tindakannya seringkali kurang terarah, misalnya mengamuk. Tentu saja reaksi tersebut sangat wajar, mengingat keterbatasan balita dalam berpikir dan minimnya pengalaman hidup. Selain sebagai motivator perilaku dalam arti meningkatkan, emosi juga dapat mengganggu perilaku manusia.

Elizabeth B. Hurlock, pakar perkembangan anak menyebutkan bahwa karakteristik perkembangan emosi anak balita memiliki kekhasan yaitu :

(1) Semakin bertambah usia, maka anak akan semakin mampu mengendalikan,

(2) Emosi sering kali muncul pada setiap peristiwa dengan caranya sendiri sesuai dengan keinginannya, (3) Emosi mudah berubah dari kondisi satu ke kondisi yang lain,

(4) Emosi bersifat individual walaupun pencetusnya sama tetapi reaksinya berbeda,

(5) Emosi dapat dikenali melalui gejala tingkah laku yang ditampilkan.

Jadi, sekarang Moms sudah bisa mengenal karakteristik emosi si kecil, bukan? 

 

 

Disclaimer: Artikel di situs ini ditulis sebagai pemikiran & pandangan independen dari penulis artikel. Isi artikel tidak mewakili pendapat atau opini pengelola situs. Hal-hal yang timbul kemudian karenanya diluar tanggung jawab penulis & pengelola situs.

Silahkan login untuk menulis komentar